Galeri Semarang News

News detail for : Buah Kelapa Surealis Rinaldi

May 27, 2008
Proses Kreatif dari Memotret
SEMARANG, KOMPAS – Seorang seniman dapat sangat terobsesi pada obyek tertentu. Minimal itu berlaku bagi Rinaldi (32), pelukis asal Pangkalan, Sumatra Barat, yang sangat terobsesi pada kelapa. Pencinta lukisan dapat menyaksikan karya Rinaldi di Galeri Semarang, Kota Semarang, 15-25 Mei 2008.

Kompas Jateng, Sabtu, 17 Mei 2008

Buah Kelapa Surealis Rinaldi

Proses Kreatif dari Memotret
SEMARANG, KOMPAS – Seorang seniman dapat sangat terobsesi pada obyek tertentu. Minimal itu berlaku bagi Rinaldi (32), pelukis asal Pangkalan, Sumatra Barat, yang sangat terobsesi pada kelapa. Pencinta lukisan dapat menyaksikan karya Rinaldi di Galeri Semarang, Kota Semarang, 15-25 Mei 2008.

Dalam salah satu lukisan, Coconut White the Past II, bongkahan-bongkahan daging kelapa putih yang tersusun sedemikian rupa hingga menyerupai gumpalan awan.

Dalam karya Rumah di Atas Kelapa, Rinaldi mengolah separuh buah kelapa dengan serabutnya yang dibiarkan menjuntai. Di antara serabut itu, ia menempatkan dua rumah mungil warna putih yang seakan-akan terbuat dari daging kelapa.

Lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini mengaku memiliki ketertarikan khusus pada kelapa. Layaknya filosofi tunas kelapa, ia percaya seluruh bagian dari kelapa sangat bermanfaat bagi manusia. Itulah yang disebutnya sebagai totalitas makna.

Ia mulai mengeksplorasi keelokan buah kelapa pada tahun 2004 dengan memainkan komposisi buah-buah kelapa yang sudah tua. Kini ia mencoba berimajinasi lebih liar. Jika sebelumnya berkutat pada bagian luar kelapa, kini ia membelah dan mencungkilnya.

Seakan tak cukup di situ, ia juga membentuk obyek-obyek lain dari kelapa. Hasilnya adalah lukisan-lukisan yang disebutnya “hiperrealis”. “Namun, saya berangkat dari lukisan realis,” kata Rinaldi, Kamis (15/5), di Kota Semarang.

Dalam katalog pameran, kurator Rifky Effendy menyebut, dalam beberapa lukisannya Rinaldi mengubah dan mengolahh buah kelapa secara imajinatif hingga menjadi karya yang surealistik.

Proses Kreatif

Rinaldi berangkat dari obyek yang nyata, buah kelapa. Ia memotret buah-buah kelapa baik yang masih utuh, yang sudah dicungkil, dipotong atau dibakar hingga ratusan kali. Gambar-gambar itu diolah dalam computer. Gubahan komposisi hingga warna dalam computer itulah yang kemudian dipindahkannya ke atas kanvas secara realistik. “Ibaratnya, kalau biasanya sketsa dibuat dari garis-garis, maka sketsa saya adalah olahan foto-foto  itu, “ ujar Rinaldi.

RInaldi menilai dengan teknik itu, ia dapat mengurangi distorsi antara bentuk buah kelapa yang dilukisnya dengan buah kelapa yang sesungguhnya. (A09)

 

 

 

Galeri Semarang News Archives : 1  2  3