News detail for : Peperangan Citarasa Rokok
July 14, 2010
BANYAK rokok di ruangan itu, namun tak ada asap dan aroma yang menyengat. Puntung rokok itu ada di mana-mana, tapi dihadirkan dalam lukisan. Ada pula replika rokok dengan berbagai bentuk dari sebuah instalasi seni karya Bayu Yuliansyah. Semua itu tertata dalam pameran tunggalnya bertajuk “Reportaste” di Semarang Contemporary Art Gallery, Jalan Taman Srigunting 5, Semarang yang berlangsung hingga 24 Juli mendatang.
Berbagai merek rokok multinasional hingga merek dalam negeri dengan citarasanya disematkan dalam tiap karya yang dikuratori oleh Rifky Effendy. Pengunjung pameran mungkin saja sekadar menikmati visualisasinya, tapi kian lama pencermatan visual itu ditemukan berbagai ikon lokal versus global yang menggelitik.
The Battle misalnya, karya akrilik di kanvas ukuran 200 x 450 cm ini menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung. Asap rokok dari dua merek lokal dan global itu mewakili sebuah peperangan imajinatif. Pada rokok lokal mengepulkan asap berbentuk Gatot Kaca dengan rokok merek global dengan sosok tokoh komik superhero, Superman. Kedua sosok ikon superhero itu tak sendiri, ada Bima bertarung dengan Batman dan Arjuna yang berjibaku dengan Spiderman.
Perputaran Industri
Pria kelahiran 1976 di Jakarta ini mengaku ingin menghadirkan peperangan dalam industri rokok dengan berbagai merek. “Rokok merupakan salah satu simbol dari roda perputaran industri dan geliat sosial yang terjadi di masyarakat. Soal perebutan pasar dalam peperangan itu tak jauh berbeda dengan perang pada arti yang sesungguhnya, maka saya gunakan objek rokok dengan sosok-sosok prajurit, tank dan instrumen perang yang lain,” ujar Bayu.
Imajinasi peperangan yang digunakan lulusan Institut Seni Indonesia jurusan seni rupa ini semakin diperkuat pada 9 panel karya lukisannya yang berjudul “Pseudo of Hero”. Bayu menghadirkan kepulan asap rokok yang membentuk pose-pose sang prajurit perang menenteng senjatanya. Begitu pula dengan karya instalasinya pada meriam yang berwujud rokok kretek bertajuk “Cannonholic”.
Selain menjadi permasalahan kesehatan, Bayu ingin menyampaikan bahwa rokok juga menyebabkan kematian dari peperangan tersebut, namun juga memberi penghidupan bagi sebagian orang.(Garna Raditya-71)
Galeri Semarang News Archives : 1 2 3 next »